Hikmah · Jodoh · Shiroh

Tentang Jodoh

Dikisahkan Najmuddin Ayyub adalah seorang penguasa Tikrit yang masih belum menikah. Ditawarkanlah seorang puteri anak sultan Bani Saljuk. Najmuddin menolak. Ketika ditanya mengapa, Najmuddin menjawab, “Aku menginginkan istri salihah yang menggandeng tanganku ke surga dan dari pernikahan dengannya lahirlah pemuda yang mampu menaklukan Baitul Maqdis”.

Suatu hari, Najmuddin sedang duduk bersama seorang Syekh. Seorang gadis mendatangi syekh tersebut, meminta izin Najmuddin untuk berbicara kepada Syekh. Wahai gadis, mengapa kamu tolak utusan yang datang untuk meminangmu? Tanya Syekh. “Syekh, dia adalah sebaik-baik pemuda dengan ketampanan dan kedudukan, namun ia tidak cocok untukku. Yang aku inginkan adalah seorang pemuda yang menggandeng tanganku ke surga dan dari pernikahan dengannya lahirlah pemuda yang mampu menaklukan Baitul Maqdis”. Najmuddin yang mendengar itu meminta syeikh meminang gadis kampung miskin yang numpang lewat tersebut. Dari pernikahan keduanya, lahirlah Shalahudin al Ayubi penakluk Baitul Maqdis.

Jodoh adalah tentang kesamaan amal shalih. Karena nilai manusia di mata Allah bukanlah kedudukan, ketampanan atau harta. Namun nilai seorang manusia adalah amal sholihnya. Kriteria yang Rasul gunakan dalam memilih pasangan adalah pilih yang paling baik agamanya. Namun bukan hanya pemahaman agamanya, tetapi adalah sebaik apa pengamalan agamanya. Amal sholihnya. Maka ketika jodoh tak kunjung datang, maka bisa jadi amal sholih kita masih belum seimbang dengan jodoh yang disiapkan Allah untuk kita. “Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

Bandung 22/9/2016Ini_Dia_Rahasia_Gampang_Dapat_Jodoh

Hikmah

Letak Kebahagiaan

Image Source: komunitas-orhacles.tumblr.com
Image Source: komunitas-orhacles.tumblr.com

Jadi Ceritanya, saya dan Azzam jalan-jalan sore di daerah Tubagus Ismail untuk melihat-lihat rumah dijual di daerah tersebut. Sampai di dekat masjid, kami yang sehabis makan di warung, memiliki hajat yang ingin segera ditunaikan. Sayangnya di masjid itu hanya ada sebuah kamar mandi dengan posisi pintu tertutup. Kami menunggu orang yang ada di dalam kamar mandi dengan berdiskusi panjang di teras masjid.

Orang belum nikah, ingin segera menikah. Mereka meyakini bahwa mereka baru bisa bahagia setelah menikah. Lalu setelah menikah ingin punya anak. Anggapannya, anak bisa membuat mereka bahagia. Setelah itu ingin mobil, rumah, lalu banyak lagi. Kenyataanya, keinginan kita tidak pernah habis. Lalu dimana letak kebahagiaan tersebut?

Sering kita temui orang yang bersahaja, hartanya tidak berlimpah, namun terlihat santai saja menjalani hidup. Suatu ketika saya sempat bertanya pada mereka, apa yang menyebabkan mereka begitu tenang menjalani hidup, tidak ambisius terhadap harta. Cukup mengejutkan, ternyata kebahagiaan mereka terletak di rasa syukur. Syukur atas apa yang mereka miliki saat ini. Bukan apa yang mereka tidak miliki. Karena pada hakikatnya semua rejeki adalah titipan Allah. Continue reading “Letak Kebahagiaan”

Uncategorized

Penumpang atau Pengemudi?

Tes

Biasanya dalam sebuah perjalanan antar kota, kita menjadi penumpang atau pengemudinya? Jika kita terbiasa menjadi penumpang, maka bayangkan kita tinggal duduk manis melihat pemandangan sekitar, bisa menjawab pesan di handphone, bahkan ketika mengantuk tinggal membaringkan kursi dan boleh tidur.

Namun, apakah pengemudinya boleh tidur juga? Jawabannya tentu tidak. Seorang pengemudi harus selalu waspada, melihat kendaraan dan jalan di depan, melihat spion untuk menghindari mobil, dan mengira-ngira apakah badan mobil muat untuk lewat jalan sempit. Selain itu pengemudi harus tahu peta, jalan kemana mobil dan seluruh penumpangnya dibawa. Ketika tahu jalan yang akan dilewatinya macet, pengemudi harus memutar otak mencari jalan pintas. Bahkan ketika mobil yang dibawanya beresiko mencederai pengemudi lain, maka yang harus bertanggung jawab adalah pengemudinya bukan penumpangnya. Sebab pengemudilah yang memiliki surat ijin mengemudinya!

Lalu pertanyaan berikutnya, dalam hidup kita, mana peran yang kita mainkan? Peran pengemudi yang tahu hidupnya dibawa kemana meski penuh resiko atau nyaman sebagai penumpang yang hidupnya autopilot, mengalir seperti air.

Tuhan telah meminjamkan kendaraan yang dinamakan diri sendiri. Kendaraan itulah yang mengantarkan manusia menuju impian-impiannya. Kendaraan itu baru menunjukkan keperkasaannya di tangan pengemudinya

Rhenald Kasali

Kita telah diberikan potensi yang sangat besar oleh Allah Swt, tangan untuk bekerja, kaki untuk berjalan, otak untuk berpikir, mata untuk melihat. Pilihan untuk memanfaatkan potensi tersebut diserahkan kepada manusia. Manusialah yang memiliki kendali atas dirinya. Ada yang menggunakan potensi tersebut dengan sebaik-baiknya, mengembangkan diri, menciptakan kebermanfaatan untuk lingkungan sekitar. Namun ada yang tidak sadar akan potensi dirinya. Potensi tersebut malah digunakan untuk bersenang-senang dan menghambur-hamburkan uang semata.

Coba tanyakan pada diri kita, sudahkah kita memanfaatkan potensi dengan baik? Jika belum, apakah kita sudah terbayang menjadi apa kita di masa dewasa? Mulailah dari membuat daftar hal yang ingin kita capai tahun ini dan lima tahun kedepan. Menjadi seorang pengusaha sukses, kuliah di luar negeri, menghajikan orang tua, memiliki lembaga sosial rehabilitasi bencana alam, misalnya.

Sebagian orang bilang, “Tidak usah bercita-cita terlalu tinggi, nanti kalau tidak kesampaian jatuhnya sakit” atau mengatakan “Hidup ini mengalir sajalah,” Sejatinya, mereka takut dalam menjalani hidupnya sendiri. Takut gagal, takut apa kata orang nanti, takut frustasi. Berapa orang yang hidupnya diliputi ketakutan seperti ini.

Coba kita simak nasihat Will Smith dalam film After Earth. Film ini menceritakan tentang bumi yang diserang oleh Alien. Ceritanya, alien hanya dapat mengetahui keberadaan manusia dengan cara mencium hormon yang diproduksi saat manusia mengalami ketakutan. Nah, Will Smith dikenal sebagai jendral yang tidak terlihat. Karena tidak memiliki rasa takut sama sekali, keberadaannya tidak terdeteksi oleh Alien manapun sehingga ia dapat dengan bebas menghabisi alien.

Fear is not real. The only place that fear can exist is in our thoughts of the future. It is a product of our imagination, causing us to fear things that do not at present and may not ever exist. That is near insanity. Do not misunderstand me danger is very real but fear is a choice.

Will Smith

Selamat menjalani hidup sebagai pengemudi!

Tulisan ini terinspirasi dengan sosok Rhenald Kasali, seorang professor dari Universitas Indonesia dalam bukunya “Self Driving Menjadi Driver atau Passenger”.

Uncategorized

Melindungi Malaikat

source: fubiz.net
source: fubiz.net

Di pinggir danau, mentari mulai menyelam.

“Jadi kau ingin mendirikan rumah baca untuk mereka? Kenapa mereka?” Aldi menoleh
Rere melihat langit, memegang dagunya dengan telunjuk. “hmm bagiku, membaca adalah jendela dunia. Itulah hal yang dapat melepas pengaruh buruk lingkungannya.”
“Bagaimana bila warga tidak setuju. Sudah kau pikirkan matang-matang Re? ” Aldi menguji.
Rere menghela napas sejenak, “Niat baik, selalu akan ada jalannya, Al.” Rere menoleh, memandang Aldi lekat-lekat “Toh, kita belum mencobanya.”
“Aku takut Ra, aku khawatir impianmu tidak akan berhasil”
“Masih ingat kita pernah nonton film judulnya ‘After Earth’ tahun lalu?”
“iya, lalu kenapa?”
“masih ingat bagaimana alien bisa mencium keberadaan manusia ?”
“hmmm. Kalau tidak salah, dari hormon yang dihasilkan saat manusia mengalami ketakutan?”
“Tepat!”
“iya aku ingat, dibintangi Will Smith, ceritanya dia seorang jendral yang tak mampu terdeteksi alien karena tak memiliki rasa takut”
“Seratus!, masih ingat kata-kata yang dinasihatkan ke anaknya?”
“Ketakukan tidaklah nyata, satu-satunya tempat ketakutan itu berada hanyalah di dalam pikiran kita tentang masa depan. Ketakutan hanyalah produk yang dihasilkan dari imajinasi kita. Takut akan sesuatu yang tidak ada saat ini atau malah nyatanya memang tidak ada, adalah kegilaan. Jangan disalah artikan. Bahaya itu nyata. Namun ketakutan adalah pilihan.” Aldi hafal diluar kepala.
“Wow. kau masih ingat betul rupanya”
“jadi intinya?”
“jangan takut Al. Selama kau masih punya Allah”
“Okay. baiklah, lalu apa rencanamu?”
“hmmm. Minggu depan kau kosong kan? kita sholat dhuhur di Masjid dekat lokalisasi, setelahnya kenalan sama orang-orang yang sholat disana.”
“ide bagus, Re. Baiklah. Sepertinya menarik”

27 Jul 2015
Ditulis di Bandung, dibaca dimana saja.
Fiksi ini ditulis setelah penulis yang berpisah lima tahun akhirnya bertemu lagi dengan anak2 taman baca ex-lokalisasi Dolly, Surabaya.

Uncategorized

Pulang

source: walpapercrafts.com
source: walpapercrafts.com

Sudah lima bulan sejak kepergianku ke tanah rantau. Senja ini, dengan tiket kereta bisnis Jakarta-Solo, kuputuskan untuk pulang. Satu baris kursi kosong, aku memilih duduk dekat jendela. Dengan buku bacaan di tangan. Terselip pembatas di sepertiga bagiannya. Berharap perjalanan ini jauh dari kebosanan.

“Mbak, mbak, bangun mbak”
Aku terbangun tergagap, dengan buku tertangkup di perut, hampir jatuh. Seorang bocah perempuan berpakaian putih merah duduk di sampingku.
“ya? ada yang bisa saya bantu?”
“kau duduk di kursiku” katanya
Aku menggeser diri, agar dia bisa duduk.
“Kau pergi sendirian? Mau pergi kemana dik?” tanyaku membuka obrolan
“iya mbak. Mau menemuimu mbak”
“Hah? Untuk apa dik?” sergahku
Untuk memberi tahumu mbak, bahwa kebaikan itu mudah dilakukan mbak, orang jahatpun bisa melakukannya. Sedangkan menjauhi laranganNya itu yang sulit. Itulah yang membedakan kita di mata Tuhan, mbak. Matanya tajam menyerangku.
“Maksudmu dik? Adik ini siapa?”
“Reva, Aku adalah dirimu di masa lalu. Aku tahu siapa cinta pertamamu dan aku tahu ini hari ulang tahunmu, Apa perlu aku ceritakan kisah memalukanmu di kelas empat?”
“Cukup!” kataku.
“Mbak, masa depanmu suci, tolong perbaiki masa depanmu untukku. Jangan kau sia-siakan umurmu” matanya nanar, memelas di hadapanku.
Ia mengangkat tubuhnya, bangkit dari kursinya, lalu pergi. Meninggalkanku yang menangis tersedu-sedu. Teringat pekerjaan kelamku..

Ditulis di Bandung, dibaca dimana saja
30-09-2015

Uncategorized

Tali Ikat

Coba bayangkan, seekor anjing dengan kekang yang dikalungkan ke lehernya. Talinya sepanjang 1 meter. Lalu bandingkan dengan anjing yang tali kekangnya sepanjang 1 kilometer. Mana anjing yang akan lebih tersiksa?

Kalau kita kira yang lebih tersiksa yang talinya hanya satu meter. Maka cobalah pikirkan, anjing dengan tali kekang satu kilometer ini berlari kencang menjauhi talinya. Saat berlari mencapai kecepatan tinggi, talinya sudah habis dan akhirnya. Yap. Anjing tersebut akan mati tercekik dengan terkaget.

Kita sering melihat di kehidupan ini bahwa begitu banyak manusia yang dzalim yang sepertinya hidupnya baik-baik saja dan bahkan justru kehidupanya tampak Sukses. Namun, diakhirnya, akan sama nasibnya dengan anjing bertali kekang satu kilometer. Agar apa? Ada dua hal: memberikan waktu untuk bertaubat atau Allah menangguhkan siksanya dan menyiapkan siksa yang lebih pedih.

“Maka tatkala mereka melupakan (mengabaikan) peringatan (agama) yang disampaikan kepada mereka, Kami (Allah) bukakan segala pintu untuk mereka, sampai mereka gembira dengan apa yang diberi itu, baru Kami melakukan siksaan kepada mereka dengan sekonyong-konyong, maka saat itu mereka berputus asa (panik).” (QS. Al-An’am VI: 44).

Semoga kita terlindungi dari sifat dzalim dan mendzalimi.

Bandung
23 Juni 2015

Uncategorized

Surat Untuk Ramadhan

Sumber gambar: punyasaya.co

Hai Ramadhan,
Surat kedatanganmu sudah kuterima. Kau bilang, 15 hari lagi akan sampai. Aku sudah janji akan menjemputmu. Sejujurnya aku malu menyambutmu, karena rumahku tidak rapi. Jendelaku kusam penuh debu debu dosa, Sholatku berserak di lantai tidak keruan, dan rumahku gelap karena lampu lantunan Quranku tidak banyak. Agendamu sudah kususun rapi. Tilawah, sedekah dan tarawih masuk dalam daftar. Tapi agenda tinggalah agenda, bila rumahku tak kunjung kurapikan.. itupun bila Tuhan memberiku kesempatan berjumpa denganmu.

Oh ya, titip sampaikan salam kepada Tuhanku:

“ Ya Allah ya Tuhanku
Ini aku hambamu yang dulu..
Yang dosanya selalu
Ibadahnya nanti dulu..”

Salam rinduku.

Bekasi 3 juni