Uncategorized

Saat Keyakinan Pada Tuhan Tergadaikan pada Joki

H-10 menjelang UNAS tahun 2008

Siang itu, disuatu kelas XII di sebuah SMA Favorit di surabaya, tampak berkerumun remaja dengan seragam khas SMA. Putih Abu-Abu. Saat itu adalah jam istirahat kedua. Kelas nampak ramai, meja dan kursi berjumlah duapuluhan tersusun rapi disana. Namun, hanya ada satu meja yang di kerumuni oleh mereka.

Saat itu aku dari luar kelas, masuk ke dalam kelas itu. Heran melihat kerumunan itu, aku mencoba mendekati mereka. Aku terdengar sayup-sayup. Mereka membahas masalah Ujian Nasional. Ada yang aneh pada mereka. Ada Satu orang yang berbicara di dalam kerumunan itu. Perkataanya sangat hati-hati. Seakan-akan semut satupun tak boleh tahu apa yang mereka bicarakan. Perasaaan ku menangkap hal ganjil di dalam pembicaraan mereka.

Salah satu diantara mereka tersadar akan kehadiranku.. Lalu memberi kode kepada kerumunan bahwa segera mengakhiri pembicaraan tersebut.. Ketika aku mendekat dan masuk ke dalam kerumunan tersebut., tiba-tiba topik pun berganti.. dan tidak lama setelahnya. Pembicaraan pun diakhiri. Kerumunan Bubar. dan Aku masih merasakan keganjilan.

Di masjid selepas sholat dhuhur. Aku duduk-duduk di teras masjid. Temanku rohis, Pramono, Menghampiriku.

“Akhi, ana mendengar teman-teman di sekolah kita ini akan melakukan segala cara untuk lulus Unas”

“maksud antum apa akh?” Aku meminta penjelasan darinya.

“Begini akhi, antum tau joki kan?”

“ya tentu, maksud antum kawan-kawan kita akan menyewa jasa joki untuk lulus UNAS?”

“ya begitulah akhi. Ana mendapat kabar ini dari temen ana seperti itu.”

Dalam hati aku hanya membatin, “kasihan mereka, itu berati membohongi diri sendiri”

“Antum kan Sebagai Ketua SKI di SMA Ini., Sekiranya antum bisa mengambil langkah untuk pencegahan akhi”

Aku mengernyitkan dahi.. “Baiklah, ana usahakan akh. Ana akan bebuat semampu ana.”

Karena aku memiliki sedikit kemampuan dalam hal menulis cerpen, maka aku bertekad akan membuat sebuah cerpen yang semoga dengan cerpen tersebut. Mereka dapat tergerak hatinya untuk tidak menggunakan segala cara dalam rangka hanya lulus UNAS.

Malam harinya, kukerahkan segenap kemampuanku dalam membangun sebuah cerpen yang mampu menggugah agar percaya dengan kemampuan diri dalam mengerjakan UNAS tanpa menggunakan cara curang. Alhamdulillah, Cerpen sepanjang 5 halaman A4 dapat kuselesaikan dalam hitungan jam saja. Keesokan paginya aku gandakan cerpen tersebut dan kubagikan ke teman-teman kelas XII.

Malam harinya ada beberapa respon dari teman-teman. Salah satunya dari teman sebelah kelasku yang baru saja memutuskan untuk memakai jilbab. Malam itu sms darinya mampir ke inbox handphone ku

Shal, Cerpenmu bagus shal. Aku terharu mbacanya. Tapi Shal, Temen-temen di kelasku kemarin baru saja mengadakan rapat untuk menggunakan jasa joki itu. Tapi aku ga mau ikut-ikut. Tapi Gimana ya shal?. Aku diminta ikut jadi bagian ngecek jawaban jokinya.

From: Mirna

Dalam hati aku merasa iba padanya dan disisi hati yang lain aku merasa geram dengan kelakuan siswa-siswa yang tidak tahu diri. Aku membalas sms nya dengan dukungan sebisaku.

—————————————————————————————————————-

H-5 pukul 10.00

Seharusnya jam ini adalah jam pelajaran. Namun sampai saat ini tidak ada gurupun yang masuk di kelas XII. Akupun menggunakan Jam kosong ini untuk berlatih soal-soal fisika. Aku duduk di bangku yang paling depan. Menurutku, dengan duduk di bangku paling depan,maka pelajaran dari guru akan lebih cepat dan mudah diterima otak tanpa gangguan dari riuh ramai siswa yang tidak fokus dalam menyerap pelajaran.

Seseorang berdiri didepan mejaku dengan sedikit gugup iapun menyapaku,

“Sal, maaf, aku ingin memberi sebuah pengumuman”

“Oh, ada apa pengumuman apa rik?” aku heran

“Eh.. Anu., Terkait strategi UNAS, agar teman-teman kita bisa lulus semua.” Erik menjawab dengan gugup

“Maksudnya strategi yang bagaimana rik?” Aku mulai curiga.

“Anu sal, Joki. Kamu kalau mau tau ikut juga tidak apa-apa kok.” Erik mencoba bernegosiasi denganku rupanya.

Dugaanku tepat!. Dengan geram, aku coba menahan marah. Aku telah direndahkan dengan tawaran itu. Aku segera mengemasi buku-buku yang berserakan di meja, lalu menaruhnya rapi dalam tas ku. Aku cangklongkan tas di pundakku dan aku berdiri, berjalan pelan-pelan menuju pintu kelas. Sambil tetap menahan marah.   Namun, energi potensial marah yang kusimpan mengakibatkan tanganku mengeluarkan energi kinetik dalam wujud membanting pintu kelas itu.

“BrrrrRuuuuuuaaaaaAK!!!!!”

Aku yang dalam kondisi geram, tetap berjalan menjauhi ruang kelas. Sayup-sayup kudengar suara cacian, misuh-an dan kata-kata kotor sebagainya

“HEI!. Kalo ga mau ikut-ikut, Ga usah emosi gitu lah C**!”’

Aku menoleh sebentar kebelakang, rupanya kelas-kelas di sebelahpun keluar kelas dan berdiri didepan kelas, melihatku dari kejauhan, sambil mengutukku.

Dalam kondisi ini, aku sebenarnya merasa iba pada teman-temanku. Lalu pelan-pelan aku tenangkan diri. Aku masih belum kehabisan akal. Aku susun strategi yang jitu agar teman-teman sadar. Aha! aku ingat bahwa aku diminta oleh bu Rus, guru agamaku, untuk mencarikan pembicara untuk acara kajian dan berdoa bersama untuk persiapan UNAS. Aku teringat bahwa dulu, aku pernah merasa menangis tersedu-sedu karena merasa benar-benar berdosa, tepatnya setahun lalu saat mengikuti pelatihan ESQ. Terlintas di benakku, bagaimana caranya agar mengundang trainer tersebut pada acara kajian persiapan tersebut. Semoga teman-temanku bisa sadar. Itu harapanku

Aku membelokkan langkah kakiku menuju ruang guru. Ruang Bu Rus tepatnya. Setelah aku ceritakan tentang trainer tersebut, bu Rus pun setuju. Setelah itu, akupun mencoba bertanya kepada bu Rus tentang perilaku teman-temanku. Bu Rus malah menceritakan bahwa ternyata, guru-gurupun banyak yang mendukung mereka. Ini jam Kosong memang dipakai agar siswa-siswa tadi bisa mengatur strategi pada Hari H.

“Namun Ibu tidak mau ikut-ikut. Dosa nak.” Bu Rus menuturiku dengan bijak.

Setelah itu aku pamit, dari kejauhan aku lirik ke ruang kelas ku. Rupanya teman-teman masih melihat kearahku. Dari mukanya terlihat raut wajah cemas. Oh, aku baru sadar! Dengan aku pergi ke ruang Bu Rus tadi. Mereka menyangka aku telah mengadukan perbuatan mereka tersebut. Dengan santai aku tetap melangkah kearah parkiran dan hanya bisa mengelus dada sambil beristighfar.

Di Tempat les,

Sebelum masuk kelas, aku teringat ada beberapa lembar soal yang harus ku fotokopi, lalu aku pergi ke tempat fotokopian di depan tempat les ku. Setelah memberikan kertas kepada penjaga kedai fotokopi itu. Tampak dari kejauhan Faizal, soulmateku, teman yang menjadi tempatku mencurahkan masalah-masalahku, memarkirkan sepeda motornya tidak jauh dari tempatku. Dalam hati aku merasa bahagia. Aku ingin menceritakan keluh kesahku hari ini kepadanya. Akupun tersenyum. Sambil menyambutnya.

Tapi apa yang terjadi?

“Antum itu ngapain melakukan hal tadi?!”. Faizal malah membentakku dengan muka yang sedikit marah.

Aku rasanya terjun dari ketinggian 6000 kaki.. Teman dekatku yang kuharap ia mendukungku di masa-masa sulit seperti ini, malah tidak mendukungku dan membenciku. Saat ini aku merasakan rasanya menjadi apa yang disebut public enemy .. Ya Rabb kuatkanlah aku, Istiqomahkan hamba di jalanMu.

Setiba dirumah, seperti biasa, selepas sholat maghrib, aku membuka mushaf al-Quran ku. Aku baca dengan niat mencurahkan semua keluh ku kepada Nya..

Kawan,, lalu apa yang terjadi.. Tepat Batas Bacaan Quranku pada Surat dan ayat ini,,

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.

( Quran Surah Al Muthafifin Ayat 1-3)

Ya kawan,, Surat Al-Muthafifin,, Surat yang artinya Orang-orang yang curang,,,

Dalam fikiranku, yang dimaksud orang curang adalah orang mereka yang menggunakan cara tidak halal, cara yang tidak diridhai oleh ALLAH. Mereka orang-orang yang menikmati jasa Joki..

Aku merasakan sesuatu yang hangat, pelan mengalir membasahi pipiku. Tidak terasa air mataku meleleh membaca ayat ini. Hanya ALLAH Subhanahu wa ta ala saja yang mampu mendukungku di saat ini.. Aku tak kuasa menahan tangis dan ku rendahkan keningku di lantai.

SubhanAllah walhamdulillah walailahailallah, waAllahuakbar..

——————————————————————————————————-

Hari Jumat pun tiba, Teman-teman menatapku dengan sinis,  aku tak hiraukan mereka. Acara kajian pun diadakan. Setelah berusaha mencari no handphone beliau, Alhamdulillah, Allah memberiku kemudahan. Trainer ESQ itupun menyanggupi. Mas Andrian namanya, saya tidak lupa meminta agar mas Andrian menyinggung masalah joki. Setelah acara kajian tersebut Ada yang meng sms kepadaku memberi dukungan. Ada yang Meng-sms karena sadar dan lain sebagainya.

Pengumuman UNAS pun tiba, Alhamdulillah Nilai-nilaiku memuaskan meskipun tanpa Joki. Meskipun berbeda dengan teman-teman yang menggunakannya, Nilainya hampir sempurna. Tapi aku yakin bahwa semua telah diatur oleh ALLAH SWT. Selalu ada hikmah dibalik perjalanan hidup ini.

-Kisah Nyata-

Footnote:

Misuh: Omongan kotor orang jawa

Soulmate: teman karib

Public Enemy : Musuh orang Banyak

Advertisements

3 thoughts on “Saat Keyakinan Pada Tuhan Tergadaikan pada Joki

  1. Assalamualaikum, saya mau minta pendapat. saya kelas 3 sekarang. dan tentu saja joki masih berlaku. saya sudah memutuskan untuk ikut karena untuk rencana uang akan digunakan untuk rekreasi. apa yg harus saya lakukan? rencana saya se, saya beli tapi tidak menggunakan. apa tetap termasuk curang? terimakasih 🙂

    1. Waalaikumussalam.w Limas yang baik. memang sulit untuk menghindar dari lingkungan yang buruk. Namun bagaimanapun kita harus berusaha untuk tidak terlibat di dalamnya. Satu hal yang penulis refleksikan sampai sudah lewat 10 tahun lalu adalah usahakan seminimal mungkin “pay attention” saat keluar dari lingkungan buruk tersebut 🙂

  2. Waalaikumsalam.w dek.. lakukan apa yang terbaik yang bisa kita lakukan dek.. saya berharap adek Limas bisa bersikap lebih bijak dalam menanggapi (pada saat cerita itu, saya masih sangat labil).. InsyaALLAH apapun hasilnya, bila kita sudah lakukan yang terbaik, akan mendapat hasil terbaik pula 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s