Uncategorized

Diskusi Ringan

Saya terkagum dengan sosok Adian Hussaini, beliau mampu meringankan pembahasan suatu materi yang sangat berat.. Kebetulan pada suatu waktu saya menemui beliau saat mengisi acara di masjid Nuruzzaman UNAIR. Sebagai dukungan saya kepada gerakan Indonesia Tanpa JIL, Berikut saya mencuplik sebagian ilmu dari beliau.

Cerita 1

Pak Adian memiliki quisoner yang di berikan kepada calon mahasiswa di salah satu universitas islam swasta bergengsi di indonesia. Quisioner itu terdiri dari pertanyaan2 setan. Apa maksudnya pertanyaan setan? sebelumnya pak adian menjelaskan bagaimana setan dapat menipu ayahanda kita, nabi Adam AS. Setan tidak berkata begini waktu di surga, “Ga usah percaya sama ALLAH! Langgar aja tuh perintah ngejauhin buah khuldi!” kalo Setan bilang kayak gini, nabi Adam AS bakal kabur sama tuh setan.. tapi Setan bilang gini ke nabi Adam AS, “Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?” beeeh.. mantepp dah setan… emang Innahu lakum aduwummubin.. sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. .kembali ke quisoner, quisioner itu kira-kira memiliki pernyataan-pernyataan yang menjebak seperti ini.
“Pada Hakikatnya semua agama mengajarkan kebenaran, jadi apapun agamanya, asal berbuat baik, manusia bisa masuk surga”

soal lainnya, “Tuhan menciptakan manusia itu sama di hadapannya. jadi kita tidak boleh membedakan, suku, bangsa, ras, AGAMA, keturunan..”

jawabannya hanya dua Setuju dan tidak setuju…

Semua pertanyaan di setting menjebak. sehingga jawaban “setuju” adalah jawaban yang menyimpang dari aqidah landasan berfikir islam..

Ternyata dari 94 responden tersebut, hanya 10 orang yang jawabannya adalah “tidak setuju semua”..

Cukup sukses rupanya pemikiran-pemikiran sekuler dan liberal ini meracuni pikiran anak muda..

Cerita 2

Berbicara soal ilmiah non ilmiah.. islam juga punya cara pandang yang berbeda dengan cara pandang ilmiah sekuler yang ada sekarang. kaidah ilmiah sekarang adalah harus rasional dan empirik. artinya, ilmiah adalah dapat di raba oleh indra.. itu baru di katakan ilmiah..

sekarang kita tanya, Rumus E=mc kuadrat, apakah benar om Einstein yang merumuskannya? apakah ada bukti bahwa einstein yang menulis? semisal memang ada musium yang memuat papan tulis einstein yang ada rumus e-mc kuadratnya, apakah benar itu emang papan tulis nya einstein.. Hmm.. Katanya sih begitu..

Sekarang semisal anda sedang berada di dalam pesawat. Seorang Pramugari memberitahukan kepada penumpang bahwa anda sedang berada di ketinggian 1000 kaki. Pilot yang sedang bertugas adalah mr.X. dan kita percaya dengan yang di katakan pramugari tersebut. Kata si pramugari sih begitu.. apakah lantas kita todong kepada pramugari, apa benar mr.X pilotnya? apakah benar mr.x punya lisensi pilot? kembali lagi kita kepada statement, katanya sih begitu..

Lain lagi halnya, apakah kita yakin bahwa kita adalah anak dari ayah dan ibu kita sekarang? bagimana jika dulu , ternyata saat masih bayi, sewaktu di rumah sakit, kita tertukar.? Jadi kalo di tanya, apakah benar kita adalah anak bapak dan ibu kita? Kembali lagi ke pada statement,, hmm, “katanya sih begitu”.

Padahal kita tidak tahu bagaimana akhlak nya si pramugari kan? apakah dia tukang bohong kalo di rumah?
Lalu bagaimana dengan Rasulullah SAW yang seumur hidupnya tidak pernah bohong. Sehingga di akui kredibilitasnya bahkan oleh musuh-musuhnya.

Nah begitu juga dengan islam,. memiliki kaidah “katanya begitu” yang tidak bisa di lepaskan begitu saja. Allah SWT memiliki wahyu yang membantu membimbing manusia. dengan wahyu itu kita dapat membedakan mana yang benar dan yang salah.

Tanpa perantaraan wahyu, dan hanya menggunakan logika hidup manusia bisa berabe.. Misalnya berzina, atas dasar sama suka. tidak merugikan orang lain. harusnya menurut logika, kan ga masalah.

Disini islam berperan agar nilai-nilai universal yang dimiliki semua manusia, seperti cinta, kasih sayang dapat terbingkai dalam sebuah frame agar tidak kebablasan.

Cerita 3

Allah murka kepada manusia yang mengatakan bahwa ALLAH SWT memiliki anak. sama murkanya ketika anggota DPR yang pernah menuduh presiden punya istri lagi. Akhirnya si presiden pun menuntut anggota DPR ini ke pengadilan..

Allah sangat murka kepada orang yang mengatakan bahwa Allah mengambil seorang manusia sebagai anak, seperti ditegaskan dalam surat Maryam ayat 88-92 :

88- Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak .89- Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, 90- hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, 91- karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. 92- Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. (Maryam 88-92)

Cerita 4
Alwi alatas pernah di tantang oleh seorang professor.
Professor: mana buktinya kalo tuhan itu ada? tuhan tidak ada.. jika seandainya saya mati dalam waktu satu menit kedepan, berarti saya percaya bahwa tuhan itu ada.
lalu sang professor melepas jamnya dan menunggu waktu 1 menit berlalu.
Setelah 1 menit berlalu, profesor tersebut mengatakan, nah, saya tidak mati kan? berarti tuhan tidak ada.

menghadapi sang profesor lalu sang Alwi Alatas mengatakan dengan tenang: seandainya anda mati, berarti dia bukan Tuhan, namun dia (maaf agak kasar) ” Kacung” anda.. Tuhan akan mematikan anda dengan jadwalnya sendiri. Bukan dengan jadwal anda..

Cerita 5
Jika ada kyai yang mengatakan,, ga usah mengkafir-kafirkan orang lain. yang tau kebenaran cuma Tuhan..
hohoo.. statement bahaya ini.. dia telah menghina ALLAH, dengan mengatakan bahwa ALLAH menurunkan wahyu yang tidak dapat dipahami manusia.

Pak Adian Hussain bilang, jawab saja, Saya tahu mana yang benar. sedangkan anda tidak tahu.. hehe..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s