Uncategorized

Skenario Tuhan dan Harapan kita

 

Laboratorium Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi

Ruangan dipenuhi oleh mahasiswa berbaju putih dan bercelana hitam. Di ruang sidang ada sebuah papan. Papan itu berisi jadwal sidang mahasiswa beserta dosen pengujinya, Kucari namaku di papan itu, namun namaku belum terpampang. Tugas akhirku masih belum layak untuk maju sidang. Model bisnis SMS lelang produk pertanian, itu judul Tugas akhir saya. Ini bukan sembarang Tugas akhir yang bisa dikerjakan dalam waktu 1 bulan. Setiap pekan saya harus bimbingan pada bapak pembimbing. Bapak Tony Dwi Susanto namanya. Beliau adalah dosen yang baru pulang dari Australia. Lingkungan pendidikan disana membuat beliau menerapkan hal yang serupa pada mahasiswa bimbingannya. Saya merasakan bahwa itu adalah latihan saya untuk bisa beradaptasi dengan dunia persaingan di dunia luar. bersaing dengan jago2 diluar negeri. bukan hanya jago kandang(mengutip perkataan pak Iman supriyono) Semester itu, saya adalah satu-satunya anak bimbingannya. Horeee.. Terimakasih banyak atas bimbingannya selama ini pak 😀

Hari pengumuman hasil tes DELF

Pemerintah perancis mewajibkan bagi mahasiswa yang ingin studi disana untuk mengambil tes DELF. Tes semacam IELTS dalam bahasa perancis. Hari itu adalah hari paling menentukan. Hanya yang lulus B2 saja yang berangkat. Beberapa nama tersusun rapi dalam dokumen “PDF”, kuteliti satu persatu, hingga akhirnya ku dapatilah namaku. Ada “Highlight” berwarna merah di atas namaku. Artinya saya gagal tes DELF B1-B2. Hancur sudah rencana untuk lanjut studi ke perancis. Kecewa? Ya pasti.. Kalo saya hidup di dunia game, saya udah kena 2 hit points! Belum lagi PKM kami gagal berangkat PIMNAS. Total jadi 3 hit points!!  Hilang semangat? GALAU? FRUSTASI? Sempat.. tapi baca cerita ini sampe habis ya..

Ketika dievaluasi, semua ini karena di semester itu saya sudah tidak punya keahlian mengatur waktu. Semua jadwal bertabrakan. Amanah organisasi di kampus dengan acara tingkat nasional, Kuliah S2 yang penuh dengan tugas, kegiatan asrama, Tugas Akhir bukan sembarang tema, terutama jadwal les bahasa prancis yang menuntut 3 jam sehari 5 kali tiap pekan plus 5 jam pada hari sabtunya.

Selasa 14 Agustus 2012 Ruang Sidang Pascasarjana lantai 2

Mahasiwa gagal bahasa perancis (sadis banget kalimatnya) berkumpul semua dengan wajah lesu. Beberapa tawaran diajukan pihak Pascasarjana ITS untuk melanjutkan studi ke Thailand atau tetap berangkat ke perancis namun menunggu kabar negosisasi nilai B1 atau melanjutkan studi S2 di ITS. Karena saya B1 saja tidak lulus, maka pilihan saya tinggal dua. Ambil kesempatan studi di thailand atau melanjutkan kuliah S2 di ITS. Elita, teman mbolangers ngasi saya pertimbangan, “Gapapalah keluar negeri, yang penting bisa improve bahasa kita”. Teman NRP setelah NRP saya, Khoirul Hasin bilang, “AIT itu punya swasta bro, bukan punya thailand. Itu kesempatan bagus buat kita”, ujar orang yang dari semester satu saya harus ambil kuliah kalkulus bareng do’i. Orang tua ku tak luput dari pertimbangan, saya selalu cerita masa depan saya ke orang tua. Lampu hijau didapat. Keputusan ada ditangan. Bismillah,. Dengan beasiswa Dikti dan kontrak menjadi dosen selama 2N+1, Saya ambil kesempatan ini. Semua form telah terisi, bayar biaya registrasi, urus paspor, visa, x-ray, tes kesehatan dan lain-lain sudah. Tidak lama kemudian Alhamdulillah semua yang mendaftar kuliah di Asian Institute of Technology Thailand, mendapatkan Acceptance Letter dari pihak admission.

Jumat (Lupa tanggalnya) ruang sidang pascasarjana

Para pendaftar beasiswa DIKTI ke Thailand berkumpul lagi untuk mengisi persyaratan-persyaratan keberangkatan. Kami ber 16 sumringah karena harapan itu terbuka lagi. Pak Adi, Direktur Pasca Sarjana yang rendah hati menghampiri kami.

“Yang jadi berangkat 15 orang”, kata beliau.  saya duduk paling dekat dengannya.

Aku mengonfirmasi pada beliau, “maaf pak, bukannya kami ber 16 ya pak?”.

“Iya, namun sayangnya ada 1 orang yang sampai sekarang belum maju sidang akhir. Tapi siapa namanya ya? Siapa gitu..” kata beliau tanpa tahu bahwa orang tersebut adalah saya.

“Deg!.” Astaghfirullah.. sulit sekali rupanya. Aku masih berprasangka baik pada ALLAH SWT. Kalau ALLAH berkehendak, tidak ada yang tidak mudah aku yakin itu. Teman2 saling berbisik, menanyakan padaku, “kamu ya shal yang dimaksud pak Adi?”. Aku hanya menganggukan kepala.

Aku berdiskusi pada Pak Syaiin tentang ini, beliau adalah orang yang sangat berjasa demi keberangkatan kami ke negeri orang. Beliau lah yang memproses dokumen-dokumen kami, memberi kami semangat untuk tetap berjuang dan berprasangka baik. Beliau yang sering menanyakan padaku,”gimana shal sudah sidang?””kapan sidangnya shal?” Begitupun dengan bu Ria, Bu ria adalah asisten direktur pascasarjana. Beliau masih memberikan saya harapan bahwa saya masih bisa berangkat asal selesaikan sidang nya. Aku memohon doa dari kedua orang tuaku, semoga mendapat ketentuan yang terbaik dari ALLAH SWT.

Hingga akhirnya hari yang dinanti-nanti pun datang – Rabu 5 september 2012

Dengan baju putih celana hitam, saya hadir ke kursi panas (berdiri koo, ga pake kursi) ruang sidang PPSI. Seusai presentasi dan menjawab pertanyaan penguji sebisanya. Saya keluar ruangan. Berikutnya saya dipanggil kembali oleh dosen penguji, bapak Sholiq. Dosen-dosen penguji dan pembimbing menyalami saya. “Selamat ya shal kamu dinyatakan lulus dengan revisi, kamu bisa lihat nilaimu kalo selesai revisinya”. “Alhamdulillah.. “ dalam hati aku bersyukur. Pak hermono, beliau penjaga lab PPSI, beliau yang akan mengantarkan nilai ku kepada Koordinator Tugas akhir untuk di “approve”. dia membisikku, “selamat yo shal, dapet A kamu”..”oh ya pak? ALHAMDULILLAHHH!” Syukurku tak henti..

Seusai sidang saya segera memberi kabar kepada pak Syaiin. Pak syaiin meminta saya untuk meminta jurusan mengeluarkan surat keterangan lulus pengganti ijazah. Bahkan pak syaiin sering mau buang pulsanya buat nelepon saya apakah uda jadi tuh SKL nya. (mantab lhah pak, semoga bapak sukses dunia akherat).

Jumat 7 September 2012

Siang itu adalah hari dimana pegawai DIKTI hadir ke ITS untuk melihat keseriusan kami studi lanjut di negeri orang. Karena ini uang negara jadi kami tidak boleh main-main. Setelah menandatangani beberapa dokumen, kami menuju lantai dua untuk diberikan pengarahan terkait persiapan mental kuliah di negeri orang. Acara malam itu berlangsung hingga jam 7. Satu hal lagi yang saya ingat, setelah acara itu Pak Syaiin hadir dengan wajah tampak lesu. Rupanya beliau membela keberangkatan kami dengan prosedur yang tidak semestinya DIKTI atur. (bapak memang mantab dan keren pak!. Kami disini mendoakan bapak sukses dunia akherat)

Sabtu 8 September 2012

Kami berkumpul di ruang sidang lagi, ada beberapa dokumen keberangkatan yang harus dilengkapi dan dikumpulkan hari itu. Janji kehadiran kami disana pukul 10. Tapi kami belum juga berkumpul pukul 10. Saya sangat merasa bersalah, karena hari ini bukanlah waktu bu Ria dan pak Syaiin untuk hadir di kampus. Namun saya baru datang jam setengah 11 dan kami baru lengkap hadir jam 11. Meskipun kami kena marah, tapi kami sadar bahwa marahnya pak Syaiin dan Bu Ria karena mereka sayang pada kami.

Ada satu lagi kerikil disini, SKL sudah ditangan, namun ternyata saya masih harus mentranslate ke bahasa inggris, tidak boleh sembarang menerjemahkan, butuh penerjemah tersumpah atau bahasa maduranya “Sworn Translator” padahal hari itu hari sabtu, sabtu siang tepatnya. Dapatlah 2 referensi tempat. Sworn translator pertama, Tutup!, pemiliknya baru saja pulang 1 jam yang lalu. Referensi kedua, alhamdulillah buka, tapi baru jadi pekan depan. mana bisa??! Saya bertanya apakah ada referensi tempat lain? Lalu saya diberitahu sebuah alamat di daerah surabaya pusat. Jam menunjukan pukul 3 saat itu di surabaya, adzan ashar sudah berkumandang. Saya pasrahkan semua urusan ini pada sang maha berkehendak. Setelah sholat ashar, saya lajukan jupiter merah ke alamat yang dituju. Alhamdulillah paling cepat jadi bisa hari senin. Hari itu adalah hari keberangkatan saya padahal.

Senin 10 september 2012

Alhamdulillah Hari keberangkatanpun tiba. Pelepasan di isi dengan sambutan rektor, Pak Adi selaku direktur Pascasarjana, Bu Ria selaku Asisten direktur, berikutnya foto-foto dengan beberapa jurnalis lokal tak luput dari jadwal acara. Setelah acara tersebut masih ada satu tanggungan lagi yaitu revisi Tugas akhir. Alhamdulillah, pak Sholiq memudahkan saya, revisi saya diterima. Setelah berpamitan dengan beberapa dosen, yaitu Bapak Sholiq, Bapak Tony Dwi Susanto, Bapak Edwin Riksakomara dan bapak bambang akhirnya dengan bismillah, saya meninggalkan jurusan Sistem Informasi. Jurusan yang telah memberi saya banyak bekal untuk mengarungi kehidupan ini.

SKL belum ditangan. Ketar-ketir masih belum usai.. saya meminta tolong kedua orang tua saya untuk mengambil SKL yang telah diterjemahkan dan mengantarkan padaku di bandara. Alhamdulillah, kedua orangtuaku hadir lebih dahulu dari Bus ITS yang mengantarkan rombongan 16 petualang cilik ke negeri gajah putih. Setelah makan siang bersama orang tua di bandara, saya pamitan dan mohon didoakan agar selamat dan sukses di negeri orang.

Pada hari itu, saya juga meminta Sarah, teman seperjuangan Wisudawati 106, untuk membawakan transkrip S1 saya yang sudah distempel BAAK. Pesawat Take off jam 14.55. kami harus check in pukul 14.00. namun pukul 13.45 bayangan sarah belum juga menempel di retinaku. Ternyata sarah hadir didetik-detik terakhir jam 13.55 (seingat saya) sarah dan Achmad Fuad berlarian menghambur ke arahku dengan membawakan Transkrip S1 saya. Achmad Fuad adalah teman seperjuangan wisudawan 106 pula. Rupanya mereka berdua datang. Guys, aku ga bakal melupakan kebaikan kalian. InsyaALLAH kita bakal ketemu di wisuda 106. Tetep berjuang teman2!!. (BERSAMBUNG)

Conclusion (emangnya Paper bro?)

Kawan, Asian Institute of Technology bukan sembarang kampus, kampus ini yang membumbung nama-nama besar seperti bapak Nyoman, profesor termuda yang kini mengajar di Jurusan Teknik Industri ITS (Suaminya bu Mahendrawati), Bu Ria (Direktur Pasca Sarjana), bapak Djoko Santoso (Dirjen Dikti). Dan disini saya bisa bertemu dengan mahasiswa dari berbagai macam penjuru dunia, Eropa, Asia, Afrika tumplek blek jadi satu di kampus ini. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kampus ini adalah negara khusus yang didalamnya ada semua etnis, suku dan budaya. dan yang pasti saya bisa menambah jejaring internasional di kampus ini. Bahkan setelah midexam oktober yang akan datang akan ada pertunjukan welcome show dari berbagai belahan dunia. Disini pun banyak sekali mahasiswa Indonesia. Dan yang terpenting lagi, banyak makanan halal (enak-enak lagi) dan ada masjid yang membuat saya masih bisa sholat jumat. Beasiswa dari dikti pun dapat dikatakan berlebih. Namun kami tetap harus belajar hemat.

Melalui cerita ini saya pengen sharing aja, bahwa ternyata skenario ALLAH SWT memang canggih bro. kita ga akan ngira kalo ternyata ALLAH SWT telah menyiapkan rencana yang super keren bagi kita. Mungkin awalnya kita bakal kecewa, kalo ketentuan takdir ga sesuai sama yang kita harapkan. Tapi yakinlah Bro, ALLAH SWT ga pernah ngezalimin hambanya. Pasti happy ending koo. Asal kita mau tetep berbaik sangka sama takdir yang udah digariskan.

“Kami tidak tahu ini rahmat atau Musibah, tapi kami hanya berprasangka baik pada ALLAH SWT”

NB:

Special thanks buat teman2 Statistika yang mbantuin saya ngerjakan itung2an statistikanya, Ulil azmi, Rahandini, Rini Rifdatun, Annisa Dita

Buat para petani dan siapa saja yang mau saya jadi responden survey untuk tugas akhir saya

25 Sept 2012

Pathum Thani

4:31 PM

Library Asian Institute of Technology

Faishal Anshary

-setelah diusir karena library mau tutup, akhirnya pindah ke Kantin-

Advertisements

3 thoughts on “Skenario Tuhan dan Harapan kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s