Uncategorized

Ular atau Belut?

DISCLAIMER!
Sebelum membaca ini, pastikan anda sedang tidak dalam keadaan sedang menyantap sarapan atau sedang menyeruput minuman segar, karena bisa jadi, makanan dan minuman itu akan keluar lagi dari tempat yang tidak semestinya.

dan

Pastikan umur anda diatas 17 tahun untuk melihat beberapa kesadisan dalam foto-foto dibawah ini..

Ternak belut

Pengalaman ini diawali dari keinginan kami, santri SDM IPTEK, berternak belut. Bibit belut sudah di dapat, kolam portable di belakang asrama pun sudah disiapkan. Sebelum bibit di letakkan di kolam belakang, pada malam harinya, bibit ditempatkan pada bak mandi besar yang berbentuk seperti gentong.

Sayang  seribu sayang,  esok harinya ternyata banyak bibit yang mati. Ketika kutanyakan kepada Ali, ali berkata, ”kepanasan mungkin, pokoknya  kita uda tau, bagaimana triknya beternak belut, biar ntar ga salah lagi malah ntar kita bisa terbitin buku cara beternak belut yang baik dan benar.” Bibit yang selamat dipindah ke kolam belakang. Bibit yang mati itu rencananya akan di masak, karena menurut ustadz Nur Cholis dalam kajian fiqihnya, “hewan yang hidup di air, halal bangkainya untuk dimakan.” Supervisor yang handal dalam hal masak-memasak, mas cahyo, malam ini akan unjuk kebolehan dalam memasak belut goreng.

—————————————————————————————————————–

06.45 hari Rabu, Tanggal 1 Desember 2010

Gema Adzan berkumandang hingga memasuki tiap celah asrama kami. Kami pun sebagai santri bersiap-siap berangkat menuju panggilan kemenangan tersebut. Catur, ketua angkatan kami, dari kamar 7 keluar dari kamarnya.

“Aduh-aduh, gue nginjek apaan ni tadi ya?” catur merasakan ada keanehan.

“ada apa tur?” aq, yang berada di depan kamar 6, terheran.

“Kayaknya gue nginjek Uler boi..”, Logat jakartenya tercampur dengan rasa gugup.

“oh ya?”, aku tak percaya.

“iya boi beneran,, coba liat itu”, sambil menunjuk sesuatu di dalam kamarnya.

Masya ALLAH,!, Ular ukuran sebesar mie instan dengan panjang  sepanjang telapak tangan, bergeliat-geliat di lantai kamar. Tanpa pikir panjang, aku mengambil papan duduk untuk mengerjakan tugas milik cak minud, teman sekamarku. Papan itu aku tindihkan di atas ular itu dan kuinjak-injak dengan sadis. Singkat cerita, matilah ular itu.

Sepulang dari solat, mas Cahyo dan hendra terlihat asik di dapur. Mereka tampak sibuk dengan memasak belut gorengnya. Wah asyik, malam ini kita makan-makan, fikirku. Aku dan Catur berinisiatif untuk membeli beras di pasar keputih. Sebelum berangkat, Hendra meminta tolong padaku untuk membelikan bawang putih dan bawang merah sebagai bumbunya.

—————————————————————————————————————–

Selepas pulang dari pasar, keributanpun terjadi. Tiba-tiba di ruang mesin cuci dekat kamar mandi, ada seekor ular yang cukup besar dibandingkan dengan ular yang tadi. Hendra, Edi, Ido, Agro Tino, Aku, Daus, berkumpul di ruang mesin cuci melihat sambil terperangah pada ular tersebut. Tino mengambil garam dan menaburkannya ke tubuh ular tersebut. Sementara Edi, dengan gaya khasnya berteriak-teriak, “Woy ada ular woiii,!!!”.

“Piye iki?, ape dikapake ulare?” Hendra mulai mencari jalan keluar.

“Wes Bunuh ae lo”,ujar Agro dengan logat madiunnya.

“iyoo gapopo koq dibunuh, Tikus ambek ular iku rapopo di bunuh.”, yang lain menimpali.

“iyo wes timbangane awak dewe seng kenek patuk , terus mati piye?” Hendra mengambil keputusan.

Lalu Aku mengambil papan di sebelah mesin cuci, papan yang cukup besar untuk membuat kepala ular menjadi seperti tempe penyet. Lalu aku menyodorkannya pada Hendra, Sedangkan Ido, dengan menggunakan sapu, ia menahan tubuh ular tersebut. Hebohnya ular itu tidak diam saja, ular itu terus mengeliat dan mulai memasuki lubang mesin cuci.

“Wah piye iq, ulare mlebu lubang e, isok-isok metue nek kamar iki” Hendra pun mulai panik.

“Ndang Bunuh ae”, yang lain menimpali.

Hendra mengambil tongkat sapu yang dipegang ido, lalu menahannya ketubuh ular yang hampir masuk ke lubang cucian. Lalu Daus mengambil papan dan menunggu saat yang tepat untuk membuat kepala ular penyet. Ular itu berhasil di tarik keluar, lalu muncullah kepalanya, Semua pun berteriak,! Dengan sigap, Daus memukulkan papan tepat kepada ularnya. Darah pun terciprat dari tubuh ular tersebut. Ular inipun mati.

Ular mati

Hendra mengangkat dan memasukkan bangkai ular tersebut dalam tas kresek. Sebelum dibuang, ia melihat kejanggalan pada tubuh ular tersebut. Ada sesuatu yang bergerak-gerak dari perutnya. Didepan dapur ia menaruh bangkai ular dalam tas kresek tersebut.

“Bukaen Ndra, iku ulo ne mangan belut di kolam belakang ”

Lalu Hendra mengambil gunting dan tampa pikir panjang, ia mengoyak perut ular itu. Dari perut ular itu tampaklah ada hewan-hewan kecil yang bergeliat-geliat.

“Lha iku belute seng dipangan karo ulo e, jupuken ndra”

Hendrapun bersiap menyelamatkan belut yang keluar dari perut ular tersebut. Bukan belut yang keluar,Ternyata ular-ular kecil yang menggeliat-geliat keluar dari perut ular dan melata ke lantai dapur, jumlahnya ada belasan.

“La dalah, Iki duduk belut, iki anake Ulo!” Hendra berteriak. Semua yang di dapur ikut berteriak, termasuk aku.

Anak Ular

Kehebohan terjadi sekali lagi, aminnudin langsung naik ke atas kursi plastik. Mas cahyo melemparkan garam ketubuh ular, dan anehnya, Tino melemparkan minyak goreng panas yang diambil dari wajan. Lalu akhirnya ular-ular kecil tersebut dibunuh oleh ido, edi, daus dan hendra dengan menggunting kepalanya dan melibaskan kepalanya dengan sapu. Walhasil, semua anak ular itu tewas semua.

Setelah itu mas Cahyo berkata, “Ayo iki belut gorenge wes mateng, Sopo sing durung mangan belut?”

Dan akupun tidak “Kolu” memakannya. :P.

Huewweeekkk.!

Faishal Anshary

Advertisements

4 thoughts on “Ular atau Belut?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s