Uncategorized

Bagaimana muslim di Indonesia menghadapi ASEAN Community 2015

 Bangmod 28 Oktober 2012. Mahasiswa muslim Indonesia di Thailand yang menyebut dirinya dengan sebutan Ngajikhun mengadakan gathering Ahad kemarin (28 Oktober 2012), bertepatan dengan hari sumpah pemuda. Acara gathering yang bertempat di KMUTT (King Mongkut’s University of Technology Thonburi) mengangkat tema “The Role of Muslims towards ASEAN community in 2015”. Acara gathering ini diisi oleh keynote speaker bapak Yunardi Yusuf. Beliau adalah Bapak Atdikbud Indonesia di Thailand (Education and Cultural Attache Embassy of Republic of Indonesia in Thailand).

Acara yang bertempat di library KMUTT dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai universitas, diantaranya dari Mahidol University, Thammasat University, Asian Institute of Technology, KMIT dan RMUTT. Acara tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-quran dari MSC (Muslim Student Community di KMUTT) serta terjemah dalam tiga bahasa yaitu bahasa Inggris, Thai dan Indonesia. Serta sambutan dari Muhammad Fadhil Budiman Supandi selaku ketua Muslim Association di Thailand dan bapak Ghofar Ismail sebagai Ministry of Foreign Affairs Indonesia di Thailand dan sambutan dari Bapak Vice President KMUTT.

Penyajian oleh bapak Yunardi diawali dengan penyajian data populasi umat muslim di Indonesia yang berjumlah 35 % dari total 42,5% di ASEAN. Namun jika dilihat dalam Gross domestic product (GDP), Indonesia yang menjadi negara terbesar di ASEAN, hanya 3.023. Bandingkan dengan Singapore yang tidak lebih besar dari kota Surabaya yang bisa mencapai angka 43.929 perkapita. Padahal implikasi dari ASEAN Economic Community pada tahun 2015 nanti adalah Free flow of goods dan Free flow of labors. Free flow of goods artinya ASEAN akan memasuki pasar bebas tanpa ada pajak dan cukai terhadap barang impor. Akibatnya, ASEAN akan memasuki pasar persaingan bebas. Implikasi AEC 2015 berikutnya adalah Free flow of labors. Seorang profesional dapat bekerja di negara manapun di ASEAN. Tujuh pekerjaan yang akan diakui bersama dalam ASEAN yaitu, dokter, perawat, engineertourism, arsitek, akuntan serta dokter gigi.

Negara anggota ASEAN juga menyiapkan hal ini, misalnya dalam hal berkomunikasi, maka sepatutnya negara Anggota ASEAN sudah menguasai bahasa Inggris. Namun menurut kemampuan bahasa Inggris, negara ASEAN dapat di klasifikasi menjadi 3 macam. Yang pertama adalah negara yang sudah mahir karena menggunakan bahasa Inggris sehari-hari: Singapore, Filipina, Malaysia dan Brunei Darussalam. Yang kedua adalah negara yang perlu peningkatan: Indonesia dan Thailand. Yang terakhir adalah negara yang harus bekerja keras untuk meningkatkan skill bahasa: Myanmar, Kamboja, Vietnam dan Laos.

Berikutnya dipaparkan pula mengenai publikasi jurnal internasional. Dilihat dari Scopus misalnya. Jurnal yang dinilai kurang ketat dalam meloloskan jurnal ini menempatkan Singapura pada angka diatas 40.000 publikasi. Di Nanyang Technology University menempati angka 41.000an dan angka 69.000an publikasi di National University of Singapore (NUS). Sedangkan di Indonesia ITB dan UI baru mencapai jumlah publikasi sebanyak 2000an.

Padahal jika ditilik kepada sejarah, spanyol menjadi saksi bisu kejayaan ilmu pengetahuan umat islam. Berjuta-juta buku telah berhasil bersandar di perpustakaan atas buah karya umat islam pada saat itu. Pada zaman yang belum dikenal istilah copyright tersebut, umat islam tidak pelit untuk membagikan ilmu. Para pemikir-pemikir muslim telah memberikan jasanya. Dari hal yang paling dikenal sehari-hari adalah angka arab sehingga kita dapat melakukan operasi perhitungan di excel dan kalkulator dengan mudah. Coba bayangkan bagaimana jika angka romawi yang ada pada kalkulator dan spreadsheet excel. Nama-nama tokoh seperti Avicenna, Ibnu Rusyd, Al-Khawarizmi menjadi tokoh-tokoh yang berkontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Namun jika dikembalikan terhadap data jurnal publikasi, mengapa malah Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim ketinggalan jauh dengan Singapura?. “There is something wrong happened.,” kata bapak Yunardi.

Beliau mengutip sebuah ayat dalam surat Al-Jumuah ayat 10, Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. Perhatikan ayat tersebut Bahwa Allah menyuruh kita bertebar di Muka bumi, bukan hanya di Indonesia. Berikutnya beliau mengutip pula hadist: Tangan di atas lebih baik dari tangan dibawah. Artinya kita umat muslim seharusnya menjadi sosok yang produktif.

Kondisi Indonesia saat ini hanya mengirimkan tenaga tidak terdidik/ unskilled labor. Mengirim TKI ke Malaysia dan timur tengah. Padahal masih banyak hal yang dapat digarap. Misalnya di India telah mengambil peran sebagai penyedia layanan. Sebagai contoh perusahaan di barat memiliki jasa customer service di India yang beroperasi tanpa harus pekerja tersebut masuk kantor. Selain itu Thailand juga sedang mempersiapkan memposisikan diri sebagai medical hub, yaitu pusat rujukan medis dan goods distribution hub, yaitu pusat jalur distribusi barang. Lalu bagaimana dengan posisi Indonesia? Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang belum di optimalkan. Kedepan Indonesia sepertinya akan memposisikan diri dalam penyedia agrikultural dan dibidang edukasi.

Reporter: Faishal Anshary

Editor: Faishal Anshary

NB: Saya mohon masukan dan tambahan serta koreksi apabila ada kesalahan atau kekurangan dalam penulisan atau isi.

Untuk melihat video Tentang ASEAN Community 2015 silahkan klik link berikut:

http://www.youtube.com/watch?v=YrnK5UQDdO0

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s