Uncategorized

Live Life to Express not to Impress

kort5

Ada sebuah kutipan yang cukup menarik tentang hidup:

“Live life to Express, not to Impress”

Saya mengatakan cukup menarik karena kutipan ini pendek namun berisi makna yang dalam. Jika di terjemahkan ke dalam bahasa kita, bisa diartikan:

“Hiduplah untuk berekspresi bukan untuk dikagumi orang lain”

Memang mendapat tepuk tangan dari orang lain rasanya manis. Mendapat pujian dari orang yang kita cintai rasanya legit di hati. Tapi, Bila kita hidup hanya untuk dikagumi orang lain, maka kita akan lelah dan jemu dalam menjalani hidup ini. Karena tidak semua orang akan mendukung kesuksesan kita. Mereka manusia biasa. Mereka juga memiliki rasa iri apabila kita mendapat prestasi dan dengki mengharap kehancuran karir kita.

”Memenuhi segala kecocokan dengan hati semua manusia adalah hal yang tidak mungkin kamu capai” – Kata seorang yang dalam ilmunya. Sang Imam Syafi’i

Maka, saat ridho manusia tidak kita raih, maka kita akan kecewa. Dan lebih kecewa lagi ketika tidak ada manusia yang melihat amal kita. Konsistensi kita akan goyah, keikhlasan kita juga akan dipertanyakan.

Maka hiduplah sebagai bentuk ekspresi dirimu. Hiduplah sebagai ekspresi cinta kita..

Berbuat baik kepada kedua orang tua kita adalah ekspresi cinta kita pada mereka.

Rajin belajar, menulis dan mencatat adalah ekspresi cinta kita kepada ilmu pengetahuan.

Bermuamalah dengan tetangga kita juga adalah ekspresi cinta kita kepada tetangga.

Mencari nafkah adalah ekspresi kita kepada anak dan isteri kita.

Namun tidak cukup sampai pada ekspresi cinta pada makhluk. Karena ekspresi cinta kepada makhluq akan luntur seiring dengan:

Orang tua yang tidak sepaham dengan kita, Mata kuliah yang sering menjemukan, teman yang salah sangka terhadap perbuatan kita, tetangga yang terkadang menjengkelkan dan membuat gaduh, bahkan anak dan istri yang durhaka pada kita.

Maka tariklah tali cinta itu di tiap-tiap simpulnya. Tariklah simpul mereka kepada simpul cinta kepada ALLAH SWT. Maka yang kita lakukan adalah ekspresi cinta kita kepada ALLAH SWT.

Berbuat baik kepada orang tua karena ALLAH SWT berfirman bahwa ridho orang tua adalah ridho-Nya juga. Mencintai Ilmu karena perintah mencari Ilmu adalah yang menjadi ayat pertama di dalam surat cintaNya. Berakhlaq mulia kepada tetangga karena bahkan Rasulullah SAW mengira mereka mendapat hak waris. Mengajak teman dalam kebaikan agar sama-sama bisa mendapat cintaNya.

Bila sudah seperti itu, dilihat maupun tidak dilihat orang lain, kita akan melakukan kerja terbaik kita sebagai bentuk ekspresi cinta kita. bahkan saat orang-orang menghina dan tidak menyukai amal perbuatan kita.

Sebagai penutup penulis mengajak kepada diri penulis pribadi dan rekan-rekan pembaca semua untuk merenungkan hadis dibawah yang diriwayatkan oleh Aisyah Radiallahuanha:

“Barangsiapa yang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan meridhoinya dan Allah akan membuat manusia yang meridhoinya. Barangsiapa yang mencari ridho manusia dan membuat Allah murka, maka Allah akan murka padanya dan membuat manusia pun ikut murka.” (HR. Tirmidzi no. 2414 dan Ibnu Hibban no. 276)

Jadi, hidup ini adalah tentang mengekspresikan cinta pada-Nya bukan mencari cinta dari-nya. Live life to express, not to impress..

Surabaya 12-08-2013

Penulis berlumur dosa dan mengharap CintaNya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s