Uncategorized

Pulang

source: walpapercrafts.com
source: walpapercrafts.com

Sudah lima bulan sejak kepergianku ke tanah rantau. Senja ini, dengan tiket kereta bisnis Jakarta-Solo, kuputuskan untuk pulang. Satu baris kursi kosong, aku memilih duduk dekat jendela. Dengan buku bacaan di tangan. Terselip pembatas di sepertiga bagiannya. Berharap perjalanan ini jauh dari kebosanan.

“Mbak, mbak, bangun mbak”
Aku terbangun tergagap, dengan buku tertangkup di perut, hampir jatuh. Seorang bocah perempuan berpakaian putih merah duduk di sampingku.
“ya? ada yang bisa saya bantu?”
“kau duduk di kursiku” katanya
Aku menggeser diri, agar dia bisa duduk.
“Kau pergi sendirian? Mau pergi kemana dik?” tanyaku membuka obrolan
“iya mbak. Mau menemuimu mbak”
“Hah? Untuk apa dik?” sergahku
Untuk memberi tahumu mbak, bahwa kebaikan itu mudah dilakukan mbak, orang jahatpun bisa melakukannya. Sedangkan menjauhi laranganNya itu yang sulit. Itulah yang membedakan kita di mata Tuhan, mbak. Matanya tajam menyerangku.
“Maksudmu dik? Adik ini siapa?”
“Reva, Aku adalah dirimu di masa lalu. Aku tahu siapa cinta pertamamu dan aku tahu ini hari ulang tahunmu, Apa perlu aku ceritakan kisah memalukanmu di kelas empat?”
“Cukup!” kataku.
“Mbak, masa depanmu suci, tolong perbaiki masa depanmu untukku. Jangan kau sia-siakan umurmu” matanya nanar, memelas di hadapanku.
Ia mengangkat tubuhnya, bangkit dari kursinya, lalu pergi. Meninggalkanku yang menangis tersedu-sedu. Teringat pekerjaan kelamku..

Ditulis di Bandung, dibaca dimana saja
30-09-2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s