Hikmah

Letak Kebahagiaan

Image Source: komunitas-orhacles.tumblr.com
Image Source: komunitas-orhacles.tumblr.com

Jadi Ceritanya, saya dan Azzam jalan-jalan sore di daerah Tubagus Ismail untuk melihat-lihat rumah dijual di daerah tersebut. Sampai di dekat masjid, kami yang sehabis makan di warung, memiliki hajat yang ingin segera ditunaikan. Sayangnya di masjid itu hanya ada sebuah kamar mandi dengan posisi pintu tertutup. Kami menunggu orang yang ada di dalam kamar mandi dengan berdiskusi panjang di teras masjid.

Orang belum nikah, ingin segera menikah. Mereka meyakini bahwa mereka baru bisa bahagia setelah menikah. Lalu setelah menikah ingin punya anak. Anggapannya, anak bisa membuat mereka bahagia. Setelah itu ingin mobil, rumah, lalu banyak lagi. Kenyataanya, keinginan kita tidak pernah habis. Lalu dimana letak kebahagiaan tersebut?

Sering kita temui orang yang bersahaja, hartanya tidak berlimpah, namun terlihat santai saja menjalani hidup. Suatu ketika saya sempat bertanya pada mereka, apa yang menyebabkan mereka begitu tenang menjalani hidup, tidak ambisius terhadap harta. Cukup mengejutkan, ternyata kebahagiaan mereka terletak di rasa syukur. Syukur atas apa yang mereka miliki saat ini. Bukan apa yang mereka tidak miliki. Karena pada hakikatnya semua rejeki adalah titipan Allah.

Kebalikannya, justru ada orang yang sangat berambisi terhadap dunia ini sehingga dia lupa akan kewajiban dirinya dan hak Allah. Semakin ia mendapat harta berlimpah, semakin ia merasa haus bagai meminum air laut. Dia mengorbankan kesehatan demi harta. Namun ketika ia sakit, harta itupun lari ke rumah sakit. Dia pelit untuk berbagi, namun Allah mengambil hartanya dengan jalan terkena korban perampokan. Dia mengorbankan waktu dengan keluarga, namun anaknya menjadi biadab. Lalu untuk apa?

Kita sering gelisah atas apa yang belum kita dapatkan bukan melihat apa yang kita punya dan orang lain tidak. Maka, syukur adalah senjata kita dalam berbahagia. Sejatinya kita berterimakasih kepada Allah karena telah memberikan banyak nikmat kepada kita. Sehingga Allah ridho terhadap hambaNya maka ditambahkanlah rejekinya.

Diskusi telah panjang. Pintu toilet masih tertutup. Namun tidak ada suara aktivitas. Kami curiga toilet itu nihil penghuni. Kecurigaan kami terbukti benar.

Bandung 2 November 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s